Bisnis Modal Klik - Ketika kerja begitu menyenangkan

Kerja dimanapun dan kapan pun, sepanjang ada komputer/laptop dan koneksi internet. Dibayar hanya dengan klik iklan yang disediakan.

Berbagi File Gratis - Ebook, multimedia, game

Tempat berbagi file gratis berupa download ebook gratis, multimedia, game, software, dll.

Belajar di Internet - Belajar Blog dan Bisnis Online

Tempat belajar segala macam hal di internet, terutama belajar membuat blog dengan wordpress atau blogspot, dan tempat belajar bisnis online.

My Cellular Corner - All about mobile device

comprehensive information about cellular corner and mobile device, including product review, tips trick, latest news, mobile gaming and software for mobile gadget.

My Personal Computer - All about PC

comprehensive information about personal computer, including product review, latest news, hardware and software, and game for pc.

Monday, January 2, 2012

Sayang Ilmunya Tidak Dipakai

Siang itu, sepulang sholat jumat, seseorang di kampung bertanya padaku apakah aku tidak kembali lagi ke jakarta. Ketika kujawab tidak, dia mengatakan bahwa sayang banget ilmuku tidak dipakai.

Hmm.. inilah hidup di kampung. Maksud orang tadi adalah mengapa aku tidak bekerja di kantoran karena aku adalah seorang sarjana. Jadi dengan wiraswasta di rumah, aku tidaklah "menggunakan" ilmu yang telah kudapat dengan susah payah dan menghabiskan dana tidak sedikit.

Setelah beberapa bulan di kampung, aku menyadari betapa "terbatasnya" lowongan kerja buat seorang sarjana, tidak seperti lulusan sd, smp, atau orang yang tidak sekolah sama sekali. Bagi mereka, ada banyak "lowongan" kerja yang tersedia di kampung, yang notabene adalah pekerjaan informal dan kasar. Sedangkan bagi sarjana, mengerjakan hal seperti itu seolah "tidak boleh".

Orang kampung tahunya kalau kita sekolah tinggi-tinggi, apalagi sampai menjadi seorang sarjana, harus bekerja kantoran, setidaknya pns atau guru. Jika seorang sarjana berminat wiraswasta atau kerja lain yang bukan kantoran, tentu akan menjadi cemoohan dan bahan omongan.

Orang kampung tidak mengerti bahwa pekerjaan itu ada banyak macamnya dan tidak harus dikantoran. Ada banyak yang bisa dikerjakan dan menghasilkan uang meskipun tidak menerima gaji secara resmi. Sayang aku masih belum bisa membuktikannya pada mereka. Kuharap suatu saat akan bisa membuka mata. Read More..

Monday, June 13, 2011

Sulitnya Mempertahankan Prinsip

Menurut Wikipedia, Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Sebagai manusia berakal, aku punya prinsip yang ingin aku pegang erat-erat, dalam setiap situasi dan kondisi. Namun ternyata sulit mempertahankan prinsip.

Dalam kehidupan, alur keadaan tidak selalu sesuai dengan yang kita inginkan. Ada saja saat dimana kita harus menyerah, mengalir bersama alur kehidupan yang kita lewati, dengan mengorbankan prinsip-prinsip yang sebenarnya ingin kita pertahankan.

Demikian pula yang kadang aku alami. tidak selamanya aku bisa mempertahankan prinsip hidup. tuntutan hidup bermasyarakat, kadang membuat kita harus menoleransi sesuatu yang kadang bertentangan dengan prinsip kita. Bagaimana dengan anda? Pernahkah anda kehilangan pegangan dengan prinsip anda? Read More..

Tuesday, May 3, 2011

Catatan Pilkada Pekalongan: Detik-detik Menjelang Pencoblosan

Selama ini, aku tinggal di perkotaan, dan jarang ikut pemilihan umum karena memang tidak terdaftar. di daerah yang relatif lebih terpelajar itu, politik uang seoalh menjadi sekedar kasak-kusuk. Bagi masyarakat2 yang relatif lebih terpelajar, boleh saja mereka menerima uang dari calon siapa saja, tapi soal pilihan adalah urusan hati, bukan soal siapa yang memberi sedikit atau banyak. bagaimana dengan masyarakat pedesaan?

aku pulang kampung sehari menjelang pencoblosan. di kampung situasinya benar-benar ramai, dalam arti semuanya. kampanye, saling dukung, bagi-bagi duit. Siapa yang bagi-bagi duit? hampir semua calon.

setelah prosesi bagi-bagi duit salah satu calon, bermunculan berbagai protes. banyak yang merasa sebagai simpatisan calon tersebut, tapi tidak kebagian duit.

"Aku tidak ada yang ngasih duit, ya tidak akan nyoblos," katanya. padahal orang ini merupakan ibu dari salah satu aktifis calon lainnya. jelas saja pembagi uang tidak menganggapnya orang yang pantas diberi uang karena merupakan pendukung saingannya.

ada lagi, yang marah karena tidak diberi, padahal ayahnya merupakan koordinator pemenangan calon lain untuk desa tersebut.

sebenarnya banyak cerita dan hal baru yang aku peroleh saat pertama kali menginjakkan kaki di kampung halaman tercintanya ini. mungkin lain kali aku akan berbagi cerita seputar pilkada kabupaten pekalongan yang baru lalu. Read More..

Thursday, April 21, 2011

Life Begins at 30

Banyak yang menyatakan bahwa hidup dimulai ketika berusia 30, life begin at 30. aku secara personal sangat setuju dengan hal tersebut. mengapa? sepanjang pengalamanku, sebelum berumur 30, aku merasa belum jadi apa-apa. memangnya aku jadi apa sih setelah usia 30 tahun?

jujur saja, aku tidak pernah serius pacaran sebelum usia 30 tahun. selain karena merasa belum siap untuk menikah, waktu itu memang aku belum punya kerjaan tetap. nah, menginjak usia 30, aku menjadi karyawan tetap di sebuah perusahaan swasta. saat itu pula aku punya tunangan!

usia 31 aku menikah, usia 32 aku punya kerjaan yang selama ini aku sukai, dan punya anak. kini, di usia 35 aku akan memulai sebuah perjalanan panjang meraih idealisme yang selama ini aku jadikan pedoman.

bagaimana dengan anda? Read More..

Hari Terakhir Menjadi Seorang Karyawan

Berpikir idealis dan bertindak praktis-pragmatis memang seolah menjadi sifat diriku. Entah apa ini kontradiktif atau tidak. dalam hal berpikir, aku selalu mengedepankan sesuatu yang ideal, yang bagus, yang "semestinya", yang ideal. namun dalam bertindak, aku lebih suka sesuatu yang praktis, yang tidak rumit, yang tidak neko-neko, yang gampang.

ketika hari ini aku pamitan pada salah seorang kolega, dia bertanya apa yang akan aku lakukan nanti setelah resign. ketika aku jawab mau berwiraswasta, dia menyatakan salut. menurutnya, aku mengambil tindakan yang sampai saat ini tidak berani dia ambil, meskipun sebenarnya ingin.

apakah aku memang sedemikian berani, melepas sesuatu yang sebenarnya sudah mapan menjadi ketidakmenentuan? yakinkah aku dengan keputusan yang aku ambil ini? meskipun keputusan ini aku ambil setelah memikirkannya lebih setengah tahun lalu, tetap saja masih ada bagian tertentu yang sebenarnya sayang aku lepaskan. hanya saja, secara keseluruhan, bagian yang sayang dilepaskan itu, lebih sedikit dibandingkan hal-hal yang membuat aku mantap mengambil keputusan ini, resign.

by the way, hari ini merupakan hari terakhir dimana aku menyandang status sebagai seorang karyawan. secara de jure, memang baru tanggal 1 mei 2011 aku keluar, hanya saja secara de facto, besok aku sudah menjadi pengangguran, karena memang setelah hari ini aku tidak lagi bekerja di perusahaan ini.

semoga keputusan yang aku ambil ini benar-benar yang terbaik, bagi kehidupan dunia dan akhirat aku dan keluargaku. amin.
Read More..

Wednesday, April 13, 2011

Fernando Torres : Untung di Liverpool, Buntung di Chelsea

Sampai menjelang laga perempatfinal liga champions, mungkin masih banyak yang berharap bahwa fernando torres akan segera menunjukkan kelasnya. harga torres yang memecahkan rekor, ditransfer dari liverpool dengan bandrol 50 juta pound, tentu menyiratkan betapa sang pemain mempunyai kemampuan yang hebat. oleh karena itu, wajar saja jika harapan besar ditimpakan ke pundak torres untuk menjadi penyumbang gol bagi chelsea.



memang, sejak bergabung dengan chelsea, torres belum menunjukkan kemampuan yang sesuai harganya. bahkan torres sama sekali belum mencetak gol dari semua penampilannya berbaju biru. sang bos abramovic bahkan mulai merasa gerah, dan menyiratkan bahwa torres bisa saja kembali dijual dalam bursa transfer mendatang jika tak segera menunjukkan performa bagus. mungkin salah satu orang yang paling sabar menunggu gol dari torres adalah sang pelatih carlo ancelotti.

namun harapan don carlo untuk segera mendapat gol dari torres seakan sia-sia belaka. dipasang sebagai starter saat bertandang ke kandang mu, torres tidak bisa menyumbangkan gol, dan diganti pada babak kedua. malah penggantinya, didier drogba yang menyumbangkan gol semata wayang chelsea, dan hasilnya chelsea harus pulang dengan kekalahan. ancelotti pun mengaku salah memasang torres sejak awal. seandainya drogba yang dipasang sebagai starter, bisa jadi hasilnya bisa lain. hmm...

sebagai seorang liverpudlian, saat mendengar torres minta dijual beberapa waktu lalu, aku sempat marah dan kecewa, sama seperti jutaan fans liverpool lainnya. saat itu, kehadiran suarez dan caroll sebagai gantinya, seperti tidak sepadan dengan torres. namun kini semuanya berbalik.

aku menganggap kepindahan torres dari liverpool, seperti ibarat buang sial. hal tersebut terlihat dari performa angin-anginan liverpool saat masih diperkuat torres. begitu el nino keluar digantikan suarez, ditambah caroll, permainan liverpool jadi lebih stabil. kemenangan sudah kembali mudah didapat.

sebaliknya, bagi chelsea, pembelian torres ini sepertinya merupakan pembelian yang gagal, mengingat harga tinggi namun minim kontribusi. mudah-mudahan torres segera kembali menemukan performa terbaiknya segera karena sangat disayangkan jika talenta berbakat seperti dia harus layu lebih awal.
Read More..

Monday, April 11, 2011

Nasib Seseorang Siapa Tahu

Akhir-akhir ini media massa begitu heboh menayangkan nyanyi lipsync dan goyang india yang dilakukan oleh seorang anggota brimob polda gorontalo, briptu norman "shahrukh" kamaru "khan".



Seandainya aku yang nyanyi, mungkin gak ya bisa setenar itu? Aku yakin jawabannya "TIDAK". Mengapa? pertama, aku bukan siapa-siapa, dan ada jutaan orang sepertiku yang bisa saja melakukan hal tersebut. artinya, tidak ada segi 'keunikan'nya. Sedangkan, jika yang melakukan seorang anggota polisi dengan pakaian seragam pula, tentu ini unik. Dan celakanya, (atau untungnya ya?), akibat ulahnya itu, briptu norman kamaru sempat akan dihukum oleh kesatuannya.

lalu, di dunia maya, tempat sang brimob tersebut ngeksis, bermunculan dukungan yang besar agar briptu norman kamaru tidak dihukum. entah karena adanya dukungan ini atau tidak, yang jelas kemudian bukan hukuman yang diterimanya, melainkan 'dukungan' untuk mengembangkan diri.

dan ketika kemudian media massa, terutama media elektronik, mem-blowup hal ini sedemikian rupa, dalam waktu singkat briptu norman menjadi selebritas dadakan. ia tampil di berbagai stasiun televisi, dari sekedar wawancara sampai menjadi pengisi acara. yah, nasib briptu norman berubah dalam 6 menit (durasi video lipsyncnya yang diunggah ke youtube).

lain lagi dengan arifinto, salah seorang wakil rakyat dari pks, nasibnya berubah dalam waktu 2 menit. adalah wakil rakyat dari pks, partai yang mengaku bersih, dan bahkan dianggap sebagai partai dakwah, justru melakukan hal yang sangat bertentangan dengan citra partainya, yakni menonton konten porno dari tablet saat mengikuti sidang paripurna. alasannya sungguh lucu, jenuh mengikuti sidang. hmm... mengapa jadi wakil rakyat jika ikut sidang yang memang kerjaannya saja jenuh.



seandainya arifinto ini berasal dari partai lain, mungkin aku akan menganggap bahwa beliau ini memang wakil rakyat, yakni golongan rakyat yang menyukai film 'begituan'. dan aku tidak akan menyalahkannya jika memang begitu. namun karena beliau dari partai dakwah, yang sempat aku kagumi tapi kini sudah membuat aku sangsi, aku menyalahkan mengapa ada wakil dari pks yang berbuat demikian nista.

karena perbuatannya ini, yang hanya 2 menit ini (catatan waktu awal pengambilan gambar pertama sampai terakhir yang semuanya berjumlah 60 foto), arifinto harus merelakan kursi empuknya di gedung dpr. belum lagi caci maki dan mungkin pandangan miring orang kepadanya.

demikianlah, nasib seseorang memang tidak ada yang tahu, selain DIA sang pencipta manusia. dari 'orang yang bukan siapa2' menjadi selebritis, atau dari wakil rakyat yang terhormat menjadi rakyat biasa yang terhina, hanya ditentukan oleh perbuatan mereka yang cuma 'sesaat'. Read More..